Top
MA Negeri 1 Samarinda

Telp. 0541742909

MAN 1 SAMARINDA PLUS KETERAMPILAN GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) BAGI GURU

MAN 1 SAMARINDA PLUS KETERAMPILAN GELAR WORKSHOP PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) BAGI GURU

(Samarinda) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda Plus Keterampilan gelar kegiatan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru selama 4 hari. Kegiatan yang berlangsung mulai Rabu (06/01) sampai Sabtu (09/01) ini berlangsung di Ruang Azzahra dan Aula MAN 1 Samarinda Plus Keterampilan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh guru di MAN 1 Samarinda Plus Keterampilan.

Kepala MAN 1 Samarinda, Ummi Puji Astutik, S.Pd., M.Si., menyampaikan harapannya agar guru di MAN 1 Samarinda dapat meningkatkan kompetensinya, “Saya berharap agar workshop ini membuat kita semua agar lebih paham mengenai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang nantinya berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi kita sebagai tenaga professional dan pengembangan karir guru.” ujarnya.

Sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru yang akan membuat pengembangan keprofesian berkelanjutan ( PKB) dalam rangka pengusulan naik pangkat.  Dalam kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Mereka adalah Assesor Penilaian Angka Kredit Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Timur diantaranya Drs. Ruslan yang memaparkan penyusunan dan perhitungan DUPAK dan SKP serta Dra. Hj. Mudi’ah, M.Pd. yang menyampaikan materi pengembangan diri, publikasi dan karya inovatif.

Selain itu, workshop PKB ini juga menghadirkan Sabransyah, S.I.P, S.HI selaku Kasubbag Kepegawaian dan Hukum Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Timur yang memaparkan perhitungan SKP dan pengajuan kenaikan pangkat bagi guru secara berkala.  “Saya harap setiap guru sudah menghitung target angka kreditnya, sehingga bisa diperhitungkan dalam satu tahun berapa angka kredit yang harus dicapai untuk pengajuan kenaikan pangkat. Jadi setiap tahun bisa dikira-kira berapa angka kredit yang diperlukan untuk pengembangan diri, karya inovatif atau publikasi ilmiah.” ujar Sabransyah. “Seorang guru itu sudah ada angka kredit untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran, tinggal yang perlu dipikirkan itu angka kredit untuk pengembangan diri, karya inovatif atau publikasi ilmiah.” lanjutnya.

Dalam Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)  ini terlihat peserta sangat antusias terbukti dengan besarnya antusias tanya jawab antara peserta dengan narasumber terkait dengan materi yang disampaikan. (mil)

Partner :
Telp. 0541742909